Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Nov 9, 2014

Dibutuhkan Segera! Peta Sukses

Dibutuhkan Segera! Peta Sukses - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agus Prasetyo

Semua orang ingin sukses, sayangnya tiap orang mempunyai pengertian yang berbeda tentang sukses.

Saat menonton DVD yang berjudul Titi Tata, salah satu bagian menjelaskan bahwa sukses yang tampak dari luar akan mudah pudar. Akhirnya saya sadar bahwa pengertian sukses bersifat pribadi artinya bisa saja seseorang menganggap dirinya belum sukses padahal orang lain menganggap dia sudah sukses.

Namun demikian apapun definisi kita tentang sukses, dibutuhkan pedoman/peta agar dapat sukses. Cara yang umum ditempuh adalah menentukan tujuan hidup kita.

Dalam buku 7 Kebiasaan Hidup Yang Efektif, Stephen Covey mengilustrasikan tujuan hidup ini dengan pertanyaan kita mau dikenang sebagai apa saat kita meninggal.

Dalam tradisi Timur analogi yang mirip dengan hal itu adalah cerita tentang 4 orang istri seperti yang ditulis Bpk Handaka dalam buku Illuminata. Cerita singkatnya sebagai berikut: Pada jaman dahulu hidup pedagang yang sangat kaya dan memiliki 4 orang istri. Pedagang tersebut sangat mencintai istri ke-4 dan membanjirinya dengan berbagai fasilitas hidup yang mewah. Pedagang itu juga mencintai istri ke-3 yang cantik namun karena hal itu maka pedagang itu sering cemburu. Istri ke-2 juga disayang oleh pedagang itu karena sabar dan penuh pengertian. Satu-satunya istri yang kurang disayang adalah istri pertama k
... baca selengkapnya di Dibutuhkan Segera! Peta Sukses - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Nov 6, 2014

Hati yang Mau Melayani

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung

Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PETUALANGAN WIRO DI LATANAHSILAM

SATU

Dalam rimba belantara di kaki Gunung Labatu Hitam yang biasanya diselimuti kesunyian sekali ini terdengar suara aneh berkepanjangan. Seperti ada seseorang yang tengah mengucapkan atau merapal jampi-jampi tak berkeputusan. "Kau mendengar suara itu wahai tiga saudaraku?" bertanya sosok tinggi besar berewokan yang dua kakinya terbungkus batu besar berbentuk bola. Orang ini adalah Lakasipo, bekas Kepala negeri Latanahsilam yang kemudian dikenal dengan julukan Bola-Bola Iblis alias Hantu Kaki Batu.

Seperti diceritakan dalam serial Wiro Sableng sebelumnya, berkat pertolongan Hantu Tangan Empat maka Wiro dan Naga Kuning serta si kakek berjuluk Setan Ngompol sosok tubuhnya berhasil dirubah menjadi lebih besar walau belum mencapai sebesar sosok orang-orang di Negeri Latanahsilam. Karena itulah jika sedang mengadakan perjalanan jauh Lakasipo selalu membawa ke tiga saudara angkatnya itu dengan cara menyelipkan mereka di balik sabuk besar yang melilit pinggangnya.

"Kedengarannya seperti orang membaca mantera panjang..." berkata Wiro menyahuti ucapan Lakasipo tadi.

"Mungkin dia orang yang kita cari. Hantu Sejuta Tanya Sejuta Jawab," ikut bicara Setan Ngompol.

"Mungkin juga itu adalah suara hantu atau jin rimba yang sedang mengigau!" ucap Naga Kuning.

"Bocah sialan!" maki Setan Ngompol. "Jangan bicara yang membuat aku kaget dan kepingin beser!" Kakek ini cepat tekap bagian bawah perutnya sementara Naga Kuning usap-usap mulutnya menahan geli.

"Sebaiknya kita turun dari kuda. Menyelidik ke jurusan datangnya suara itu. Siap
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #106 : Rahasia Bayi Tergantung - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Nov 4, 2014

Tetesan Terakhir

Tetesan Terakhir - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pasar malam dibuka di sebuah kota. Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat. Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.

Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.

Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir. ‘Hingga tetes terakhir’, pikirnya.

Manusia kuat lalu menantang para penonton: “Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!”

Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras… dan menekan sisa jeruk… tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terpe
... baca selengkapnya di Tetesan Terakhir - Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1